Sabtu, 26 September 2009

Menanti

aku bertanya kepada Matahari

yang menuntun arah

di manakah angin yang biasa berhembus lembut

di senja hari

aku bertanya kepada Bulan

kemana sinar yang selalu menyapaku

di ruang ku yang gelap dan sepi

dan aku bertanya kepada Hujan

kapan lagi engkau ajak aku menari-nari

dengan basah deru butiran rindu itu

sebelum senja datang mengganti waktu

di sana...

aku masih belum beranjak,

masih ingin melihat bayang wajahmu

saat aku menyibakkan rambut

yang terurai lembut di wajah mu

agar dapat kumenatap mata mu

yang penuh keteduhan dan kemanjaan

merasakan getar lembut dan harum sanubari mu

di waktu yang aku enggan mengucap

selamat tinggal

aku harus yakin akan menemukan dirimu

karena ada sebayang impian yang tertinggal

ada janji yang akan terpenuhi nanti ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar